NEET
Cerita dimulai dengan Arata Kaizaki, seorang pemuda pengangguran berusia 27 tahun yang mendapat ajakan melalui telepon dari temannya untuk berkumpul bersama. Selama bertemu dengan teman-temannya dia terpaksa berpura-pura menjadi seorang karyawan karena dia merasa tidak nyaman dengan keadan dirinya yang sebagai pengangguran. Sebenarnya dia sempat bekerja selama tiga bulan, namun karena suatu hal dia memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya tersebut. Tapi setelah dia keluar dari pekerjaannya yang hanya tiga bulan itu, dia selalu gagal disetiap wawancara kerja.
Saat dalam perjalanan pulang setelah berkumpul bersama teman-temannya, dia bertemu dengan Ryo Yoake yang bekerja di ReLIFE Laboratory. Ryo menawarkan kepadanya untuk bergabung dalam projek eksperimen ReLIFE sebagai subjek penelitian. Ryo menjelaskan bahwa untuk menjadi subjek penelitian dia harus meminum obat yang dapat membuat penampilannya terlihat seperti pelajar SMA, lalu selama satu tahun kedepan dia harus menjalani kehidupannya sebagai anak SMA, dan bersekolah di SMA. Sebagai gantinya, semua kebutuhan hiudpnya dalam satu tahun kedepan akan ditanggung oleh ReLIFE Laboratory dan berkesempatan untuk dicarikan pekerjaan.
Itulah sedikit cerita dari episode pertama anime ReLIFE yang tayang pada tahun 2016. Dalam beberapa tayangan film, tv series, anime dan lain sebagainya, terkadang terdapat tokoh utama yang dimana mereka memerankan sebagai seorang pengangguran, atau dalam bahasa lainnya disebut NEET. NEET adalah akronim dari Not in Employement Education or Training. Biasanya dalam cerita, mereka akan mengalami suatu kejadian yang membuat mereka memiliki suatu hal untuk dilakukan dan atau mendapatkan kesempatan kedua untuk memperbaiki hidup mereka seperti dalam cerita anime ReLIFE.
Tapi menjadi NEET dalam kehidupan nyata tidak semenyenangkan seperti dalam film. Saat menonton anime ReLIFE di tahun 2016 lalu, saya tidak terlalu terpikir begitu menderitanya hari-hari Kaizaki ketika dia belum mendapatkan tawaran dari Ryo untuk menjadi subjek penelitian dan selalu gagal dalam interview kerja juga harus berpura-pura didepan teman-temannya. Tapi saat ini ketika saya mengalaminya sendiri, ternyata hal itu sungguh tidak nyaman. Beberapa tahun mencari pekerjaan selalu terhenti di sesi interview, belum lagi menjelaskan kepada beberapa orang yang bertanya kenapa sampai saat ini masih belum bekerja, dan harus berpura-pura bahwa saya baik-baik saja dengan semua yang saya rasakan ini, itu sungguh tidak nyaman. Terkadang terpikir andai waktu dapat terulang kembali dan saya dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan saya di masa lalu. Tapi semua itu tidak mungkin, waktu yang sudah berlalu tidak akan pernah kembali lagi. Yang bisa saya lakukan hanya memperbaiki dan mempersiapkan diri saya untuk waktu sekarang dan yang akan datang.
Saya menulis semua ini bukan untuk bercerita bagaimana menyedihkannya saya sebagai seorang NEET atau ketidak nyamanan saya dengan keadaan saya saat ini. Saya menulis semua ini sebagai pengingat untuk diri saya sendiri bahwa saya pernah melakukan kesalahan dan karena itu saya tidak boleh melakukan lagi kesalahan yang pernah saya perbuat.
Karena saya tidak pernah tahu apakah di masa depan saya masih memiliki kesempatan untuk melakukan hal yang tidak jadi saya lakukan saat ini, apakah kesempatan-kesempatan baru akan muncul dalam hidup saya ketika saya melewatkan kesempatan yang ada saat ini. Tidak ada yang pernah tahu bagaimana masa depan itu, apakah lebih indah atau justru sebaliknya. Yang dapat saya lakukan hanyalah menjalani hidup yang ada saat ini sebaik mungkin, agar tidak ada penyesalan dikemudian hari. Karena belum tentu kesempatan-kesempatan baru tentang hidup akan muncul untuk kedua kali, dan dalam hidup ini terkadang kesempatan hanya muncul sekali.
Saat dalam perjalanan pulang setelah berkumpul bersama teman-temannya, dia bertemu dengan Ryo Yoake yang bekerja di ReLIFE Laboratory. Ryo menawarkan kepadanya untuk bergabung dalam projek eksperimen ReLIFE sebagai subjek penelitian. Ryo menjelaskan bahwa untuk menjadi subjek penelitian dia harus meminum obat yang dapat membuat penampilannya terlihat seperti pelajar SMA, lalu selama satu tahun kedepan dia harus menjalani kehidupannya sebagai anak SMA, dan bersekolah di SMA. Sebagai gantinya, semua kebutuhan hiudpnya dalam satu tahun kedepan akan ditanggung oleh ReLIFE Laboratory dan berkesempatan untuk dicarikan pekerjaan.
Itulah sedikit cerita dari episode pertama anime ReLIFE yang tayang pada tahun 2016. Dalam beberapa tayangan film, tv series, anime dan lain sebagainya, terkadang terdapat tokoh utama yang dimana mereka memerankan sebagai seorang pengangguran, atau dalam bahasa lainnya disebut NEET. NEET adalah akronim dari Not in Employement Education or Training. Biasanya dalam cerita, mereka akan mengalami suatu kejadian yang membuat mereka memiliki suatu hal untuk dilakukan dan atau mendapatkan kesempatan kedua untuk memperbaiki hidup mereka seperti dalam cerita anime ReLIFE.
Tapi menjadi NEET dalam kehidupan nyata tidak semenyenangkan seperti dalam film. Saat menonton anime ReLIFE di tahun 2016 lalu, saya tidak terlalu terpikir begitu menderitanya hari-hari Kaizaki ketika dia belum mendapatkan tawaran dari Ryo untuk menjadi subjek penelitian dan selalu gagal dalam interview kerja juga harus berpura-pura didepan teman-temannya. Tapi saat ini ketika saya mengalaminya sendiri, ternyata hal itu sungguh tidak nyaman. Beberapa tahun mencari pekerjaan selalu terhenti di sesi interview, belum lagi menjelaskan kepada beberapa orang yang bertanya kenapa sampai saat ini masih belum bekerja, dan harus berpura-pura bahwa saya baik-baik saja dengan semua yang saya rasakan ini, itu sungguh tidak nyaman. Terkadang terpikir andai waktu dapat terulang kembali dan saya dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan saya di masa lalu. Tapi semua itu tidak mungkin, waktu yang sudah berlalu tidak akan pernah kembali lagi. Yang bisa saya lakukan hanya memperbaiki dan mempersiapkan diri saya untuk waktu sekarang dan yang akan datang.
Saya menulis semua ini bukan untuk bercerita bagaimana menyedihkannya saya sebagai seorang NEET atau ketidak nyamanan saya dengan keadaan saya saat ini. Saya menulis semua ini sebagai pengingat untuk diri saya sendiri bahwa saya pernah melakukan kesalahan dan karena itu saya tidak boleh melakukan lagi kesalahan yang pernah saya perbuat.
Karena saya tidak pernah tahu apakah di masa depan saya masih memiliki kesempatan untuk melakukan hal yang tidak jadi saya lakukan saat ini, apakah kesempatan-kesempatan baru akan muncul dalam hidup saya ketika saya melewatkan kesempatan yang ada saat ini. Tidak ada yang pernah tahu bagaimana masa depan itu, apakah lebih indah atau justru sebaliknya. Yang dapat saya lakukan hanyalah menjalani hidup yang ada saat ini sebaik mungkin, agar tidak ada penyesalan dikemudian hari. Karena belum tentu kesempatan-kesempatan baru tentang hidup akan muncul untuk kedua kali, dan dalam hidup ini terkadang kesempatan hanya muncul sekali.
Komentar
Posting Komentar